PRAKTIKUM
FISIKA
ELASTISITAS
XI IPA 1
NAMA : INDAH TUNJUNG PRABASARI
SMA NEGERI 6 KABUPATEN TANGERANG
Jalan Aria Jaya Santika Nomor 52 Telepon 021 5990276
Tigaraksa-Tangerang Kode Pos 15720
I. JUDUL
Elastisitas
II. TUJUAN
Menentukan konstanta elastisitas pegas
III. LANDASAN
TEORI
Elastisitas adalah kemampuan suatu
benda untuk kembali ke bentuk semulanya segera setelah gaya yang diberikan
kepada benda tersebut dihilangkan, misalnya karet dan pegas.
Suatu benda dikatakan memiliki sifat elastis jika benda
tersebut diberi gaya kemudian gaya itu dihilangkan, benda akan kembali ke
bentuk semula. Jika suatu benda dikatakan tidak dapat kembali kebentuk semula
setelah gaya yang bekerja dihilangkan,
maka benda itu bersifat plastis.
Jika suatu benda elastis diberi gaya tertentu kemudian dilepaskan, jika bentuk
benda tidak kembali ke bentuk semula , berarti gaya yang diberikan telah
melewati batas elastisitasnya.
Hukum
Hooke
Jika saat menarik ujung pegas,
sementara ujung yang lain terikat tetap, pegas akan bertambah panjang. Saat
pegas dilepaskan, pegas akan kembali ke posisi semula akibat gaya. Gaya
tersebut adalah gaya pemulih (restoring
force), atau Fr
Pertambahan panjang pegas saat
diberi gaya akan sebanding dengan besar gaya yang di berikan. Hal ini sesuai
dengan hukum Hooke, yaitu :
“Jika gaya tarik tidak melampaui
batas elastis pegas, maka perubahan panjang pegas berbanding lurus dengan gaya
tariknya”
Besar gaya pemulih Fr
sama dengan
besar yang diberikan, yaitu F , tetapi arahnya berlawanan. Fr
= -F.
Besar gaya pegas :
|
berlaku : W = F
mg = -k∆x
k = mg atau k = F
∆x ∆x
F = gaya yang
bekerja pada pegas
∆x = pertambahan panjang pegas
k = konstanta pegas (N/m) yang berhubungan dengan sifat kekakuan pegas.
Tanda negatif (-) pada Fr menunjukan arah gaya yang
berlawanan
Pertambahan Panjang pegas
|
∆L
= Pertambahan panjang (m)
Lt = Panjang akhir (m)
Lo
= Panjang mula-mula (m)
IV. BAHAN DAN ALAT
v Statip
v Pegas (3 buah)
v Penggaris
v Beban
V. LANGKAH KERJA
v
Ukur panjang mula-mula masing-masing
pegas
v
Jepit pegas 1 pada statip kemudian
beri beban pada ujung pegas.
v
Amati lalu ukur pertambahan panjang
pegas setelah di beri beban
v
Catat massa beban yang diberikan
pada pegas dan pertambahan panjang pegas
v
Ulangi langkah tersebut dengan
massa beban yang berbeda-beda
v Hitung besar gaya pada masing-masing beban yang telah diberikan pada
pegas tersebut (F=mg, g= 9,8m/s)
v Hitung besar konstanta pada masing-masing gaya yang telah dihitung (k=
F: ∆x)
v
Ulangi kembali langkah-langkah tersebut pada pegas 2 dan pegas 3
VI. TABEL
PENGAMATAN
1. Pegas I
Panjang mula-mula : 7,0 cm = 0,07 m
|
No
|
Massa
Beban
|
Gaya
Pegas
|
Panjang
Pegas
|
Pertambahan
Panjang
|
Konstanta
Pegas
|
Panjang
Akhir
|
|
1
|
0,05
Kg
|
0,49 N
|
O,O7
m
|
0,019
m
|
|
0,089
m
|
|
2
|
0,06
Kg
|
0,588
N
|
O,O7
m
|
0.023
m
|
|
0,093
m
|
|
3
|
0,08
Kg
|
0,784
N
|
O,O7
m
|
0,034
m
|
|
0,104
m
|
|
4
|
0,10
Kg
|
0,98 N
|
O,O7
m
|
0,039
m
|
|
0,109
m
|
|
5
|
0,12
Kg
|
1,176
N
|
O,O7
m
|
0,046
m
|
|
0,116
m
|
|
6
|
0,22
Kg
|
2,156
N
|
O,O7
m
|
0,082
m
|
|
0,152
m
|
2. Pegas II
Panjang mula-mula : 6,8 cm = 0,068
m
|
No
|
Massa
Beban
|
Gaya
Pegas
|
Panjang
Pegas
|
Pertambahan
Panjang
|
Konstanta
Pegas
|
Panjang
Akhir
|
|
1
|
0,10
Kg
|
0,98 N
|
O,O68
m
|
0,007
m
|
|
0,075
m
|
|
2
|
0,15
Kg
|
1,47 N
|
O,O68
m
|
0.016
m
|
|
0,084
m
|
|
3
|
0,16
Kg
|
1,568
N
|
O,O68
m
|
0,019
m
|
|
0,087
m
|
|
4
|
0,18
Kg
|
1,764
N
|
O,O68
m
|
0,023
m
|
|
0,091
m
|
|
5
|
0,20
Kg
|
1,96 N
|
O,O68
m
|
0,027
m
|
|
0,095
m
|
|
6
|
0,22
Kg
|
2,156
N
|
O,O68
m
|
0,032
m
|
|
0,1 m
|
3. Pegas III
Panjang mula-mula : 6,8 cm = 0,068 m
|
No
|
Massa
Beban
|
Gaya
Pegas
|
Panjang
Pegas
|
Pertambahan
Panjang
|
Konstanta
Pegas
|
Panjang
Akhir
|
|
1
|
0,05
Kg
|
0,49 N
|
O,O68
m
|
0,011
m
|
|
0,079
m
|
|
2
|
0,06
Kg
|
1,588
N
|
O,O68
m
|
0.015
m
|
|
0,083
m
|
|
3
|
0,08
Kg
|
1,784
N
|
O,O68
m
|
0,026
m
|
|
0,094
m
|
|
4
|
0,1 Kg
|
0,98 N
|
O,O68
m
|
0,037
m
|
|
0,105
m
|
|
5
|
0,12
Kg
|
1,176
N
|
O,O68
m
|
0,05 m
|
|
0,118
m
|
|
6
|
0,13
Kg
|
1,274
N
|
O,O68
m
|
0,053
m
|
|
0,121
m
|
VIII.
DAFTAR PUSTAKA
Hendi dan Purwoko.2010. Fisika SMA Kelas XI. Jakarta: Yudhistira
Kamajaya dan Suardhana Linggih. 1988. Penuntun Pelajaran Fisika . Bandung :
Ganesha Exact Bandung
Buku catatan fisika kelas 11
Tidak ada komentar:
Posting Komentar